SASAR SMKN 1 CERMEE, BAKESBANGPOL BONDOWOSO CETAK GEN Z YANG MELEK POLITIK DI ERA DIGITAL

BONDOWOSO – Menjelang momentum penting Indonesia Emas 2045 yang menandai 100 tahun kemerdekaan Indonesia, bangsa ini sangat membutuhkan generasi muda yang cerdas, kritis, dan berkarakter kuat. Selain unggul secara intelektual, generasi penerus juga dituntut dewasa dalam berdemokrasi serta memiliki rasa nasionalisme dan ketahanan moral yang tinggi di tengah kompleksnya tantangan globalisasi, seperti ancaman pergaulan bebas dan narkoba. Namun, derasnya arus informasi saat ini rentan melemahkan rasa cinta tanah air jika tidak disikapi dengan bijak. Oleh karena itu, pemberian pendidikan politik menjadi salah satu bekal krusial bagi generasi muda demi menjaga nasionalisme dan persatuan bangsa.

Tantangan terbesar dalam pembentukan karakter ini berada di ruang digital, mengingat internet membawa dampak luar biasa bagi masyarakat, terutama Gen Z sebagai pengguna digital terbesar. Berdasarkan data APJII tahun 2024, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 79,5 persen dari populasi atau sekitar 221 juta orang, di mana Gen Z mencakup 34,4 persen dari total pengguna tersebut dan 87 persen di antaranya aktif berinternet. Tingginya aktivitas digital ini menjadikan ruang siber sangat berpengaruh terhadap sikap dan pola pikir. Sayangnya, hal ini juga diiringi dengan ancaman maraknya konten hoaks, terutama bertema politik, disinformasi, dan penipuan yang berpotensi memecah belah persatuan serta memicu radikalisasi mandiri (self-radicalization).

Kondisi tersebut disikapi serius oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Dalam membuka kegiatan Sosialisasi Pemahaman Politik Demokratis Tahun 2026 secara resmi, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bondowoso, Ahmad, SH., CGCAE., menegaskan pentingnya meningkatkan literasi politik pelajar sebagai pemilih pemula. Lewat tema “Membangun Generasi Z yang Cerdas Politik dan Sadar Demokrasi”, ia berpesan agar para siswa mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh untuk menanamkan nilai demokrasi, nasionalisme, serta pemahaman atas peran lembaga negara seperti Pemerintah, DPRD, KPU, dan Bawaslu.
Sebelum pemaparan materi dimulai, Kepala SMKN 1 Cermee, Bapak Edy Widodo, turut memberikan sambutan hangat dalam acara tersebut. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Bakesbangpol Kabupaten Bondowoso yang telah memilih sekolahnya sebagai tempat pelaksanaan sosialisasi. Di samping itu, Bapak Edy Widodo juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus apabila terdapat kekurangan maupun pelayanan yang kurang berkenan selama menyambut kedatangan para tamu undangan dan pemateri, serta meminta seluruh siswa-siswi untuk menyimak setiap materi yang disampaikan dengan baik demi masa depan mereka sebagai pemilih yang cerdas.
Guna mengantisipasi berbagai dampak negatif era digital, Bakesbangpol melalui Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) memang rutin menggelar sosialisasi ini setiap tahun. Berbeda dengan tahun lalu yang menyasar ibu-ibu kader PKK di tingkat kecamatan, fokus sasaran tahun ini dialihkan ke sekolah-sekolah dengan membidik Gen Z sebagai pemilih pemula. Langkah ini diambil karena pengaruh digitalisasi dan media sosial bergerak sangat cepat dalam menyebarkan berita hoaks, politik kotor, hingga politik uang (money politics) kepada para siswa. Melalui bekal edukasi ini, generasi muda dipersiapkan sejak dini agar melek demokrasi dan tidak kebingungan saat menggunakan hak pilihnya.

Namun, karena keterbatasan anggaran pada Bakesbangpol, kegiatan sosialisasi tahun ini tidak bisa menjangkau seluruh sekolah di Kabupaten Bondowoso dan hanya di-plot untuk lima lokus sekolah. Pihak Poldagri sengaja memprioritaskan sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran karena dinilai belum banyak mendapatkan edukasi terkait demokrasi. SMKN 1 Cermee terpilih menjadi lokus kelima sekaligus lokasi terakhir dari rangkaian sosialisasi tahun ini. Melalui program ini, para siswa SMKN 1 Cermee diharapkan dapat mengubah paradigma mereka dari yang semula hanya menerima teori di pelajaran PPKN, menjadi pemilih cerdas yang memiliki pola pikir matang mengenai esensi politik dan demokrasi yang sebenarnya, tutur Hevi Irmawati selaku Kepala Bidang Politik dalam Negeri dan Pembinaan Ormas Bakesbangpol Kabupaten Bondowoso.

Sebagai informasi, dalam acara ini para siswa disajikan materi-materi penguatan yang komprehensif. Sesi pertama diisi dengan pemaparan bertema “Partisipasi Masyarakat serta Fungsi dan Peran DPRD Kabupaten Bondowoso” yang disampaikan langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bondowoso , disusul dengan materi mengenai tugas dan fungsi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam penyelenggaraan pemilu dan pilkada. Edukasi politik bagi Gen Z menjadi sangat mendesak sebab pada kontestasi Pemilu dan Pilkada tahun 2029 mendatang, generasi ini diproyeksikan akan mendominasi dan menjadi mayoritas dengan persentase mencapai sekitar 80 persen dari total pemilih. Sebagai langkah keberlanjutan, Bakesbangpol berkomitmen untuk terus menjalankan program sosialisasi ini ke sekolah-sekolah lain yang belum terjangkau, serta mempertahankan inovasi tahunan seperti Lomba Cerdas Cermat Demokrasi dan kompetisi debat bagi siswa SMA/SMK sederajat. (saw)

Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini